APRICOT 2007

Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar pada hari Senin tanggal 26 Pebruari 2007 akan membuka secara resmi forum seminar “Indonesia Stream” dalam rangka APRICOT (Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies) yang menurut rencana akan diselenggarakan di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali. APRICOT ini diselenggarakan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) dan APIA (Asia and Pacific Internet Association) yang bekerjasama dengan Departemen Kominfo. Selama berlangsungnya APRICOT (26 Pebruari s/d. 2 Maret 2007), sejumlah acara telah diprogramkan, yaitu didahului dengan workshop (tanggal 21 s/d. 25 Pebruari 2007) yang membahas Ipv6, ISP Routing, Internet Security, Multicast dan DNS. Kemudian yang hampir bersamaan berlangsung APTLD/Asia Pacific Top Level Domain Association Conference (tanggal 24 s/d. 26 Pebruari 2007), Indonesia Stream and CEO Forum (tanggal 26 s/d. 27 Pebruari 2007), dan Tutorials (tanggal 26 s/d. 27 Pebruari 2007) dengan materi Routing, Security, Services, Interprovider, APNIC, APIA. Acara-acara lainnya adalah konferensi dan pertemuan APNIC yang ke 2
Sebagaimana diketahui, setelah memperjuangkannya selama lebih dari 4 tahun, lewat 3 kali mencoba mengikuti proses lelang, Indonesia akhirnya dipercaya untuk menjadi tuan rumah APRICOT. Forum ini adalah ajang bertemunya ‘jago-jago” internet dari kawasan Asia Pasifik untuk berbagi ilmu. Selama 10 hari penyelenggaraan, peserta dapat mengikuti workshop, tutorial, conference, dan berbagai meeting yang sarat dengan hal-hal yang terkait dengan teknologi pengoperasian Internet. APRICOT sudah berlangsung sejak tahun 1996, berlangsung setiap tahun dengan lokasi berpindah-pindah negara. Dari sekitar 40-an negara di Asia Pasifik yang rutin mengikuti APRICOT, rata-rata hadir 700-an peserta. Di Taiwan tahun 2003 bahkan dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta. Dua sasaran utama yang ingin dicapai adalah pertama, menyebarkan dan berbagi pengetahuan yang dibutuhkan untuk kestabilan dan pengembangan pengoperasian Internet di kawasan Asia Pasifik. Kedua, membangun kelompok minat yang saling memberi dukungan dan berkesinambungan sepanjang tahun.
APRICOT 2007 menjadi sangat penting bagi Indonesia karena pengoperasian dan penggunaan Internet masih jauh dari harapan dan perlu didorong dengan serius untuk peningkatannya. Lewat ajang ini ratusan ISP ( Internet Service Provider ) engineer dan corporate IT staff berkesempatan mendapatkan pengetahuan dan menimba pengalaman dari orang lain yang lebih ahli, dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan mengikutinya di luar negeri. Disamping itu, karena mendatangkan ratusan peserta dari luar negeri, tentu membawa dampak positif bagi dunia pariwisata Indonesia dan mendatangkan devisa bagi negara. Dalam 10 tahun berlangsungnya APRICOT, Indonesia belum sekalipun pernah berkesempatan menjadi tuan rumah. Dalam 2 kali mengikuti lelang, Indonesia selalu belum dipercaya karena menyangkut masalah keamanan. Bahkan setelah tahun 2005 yang lalu ditunjuk sebagai pemenang untuk tahun 2007 pun, dalam setahun terakhir ini Indonesia masih disorot soal yang sama.
Adapun agenda lengkap Indonesia Stream (26 Pebruari 2007) adalah sebagai berikut:
Sesi

Topik

Pembicara & Judul Materi

Tehnologi IP Untuk Percepatan Pembangunan ICT Nasional Indonesia : Peluang dan Strategi.

Moderator: Heru Sutadi (BRTI)

• Basuki Yusuf Iskandar (Dirjen Postel) dengan judul “Peran dan Leadership Regulator Dalam Mempercepat Pembangunan ICT Nasional Pada Kondisi Layanan ICT Berbasis IP”.

• Arwin Rasyid (Dirut PT Telkom) dengan judul “Posisi dan Peran PT Telkom Dalam Mempercepat Pembangunan ICT Nasional Pada Kondisi Layanan ICT Berbasis IP”.

• Sylvia Sumarlin (Ketua APJII) dengan judul “Posisi dan Peran ISP Dalam Mempercepat Pembangunan ICT Nasional Pada Kondisi Layanan ICT Berbasis IP”.

• Onno W. Purbo (Komunitas Pengguna IP) dengan judul “Perspektif Kebutuhan Komunitas IP Dan Usulan Solusi Percepatan Pembangunan IP”.

Infrastruktur IP Indonesia: Domestik dan Internet Exchange Nasional: Saat Ini dan 2010.

Moderator: Indra Utoyo.

• Brata T. Hardjosubroto (PT Indosat) dengan judul “Rencana Pengembangan Jaringan Domestik dan Solusi Untuk Menunjang Internet Murah”.

• Isnawan (APJII) dengan judul “Perspektif APJII Dalam Pengembangan Internet Exchange Nasional (Saat ini dan Masa Depan)”.

• Ismail (Kasubdit Akses Protokol Internet, Ditjen Postel) dengan judul “Usulan Pengaturan IP Domestic Backbone dan Internet Exchange di Indonesia”.

• John Sihar (Taskforce IPv6 Nasional) dengan judul “Progress Report IPv6 Nasional”.

Keamanan Internet: Kebijakan, Aspek Teknis dan Legal.

Moderator: Garin Ganis.

> Heru Nugroho (Tim ID-SIRTII) dengan judul “Kebijakan dan Strategi Penanganan Sistem Keamanan Internet di Indonesia”.

> Freddy Haris (Praktisi Hukum) dengan judul “Kesiapan Aspek Pengaturan Perundang-Undangan Dalam Mengantisipasi Permasalahan Keamanan Transaksi Melalui Internet”.

> Petrus R. Golose (Kepala Unit V IT & Cyber Crime, Bareskrim, Polri) dengan judul “Posisi Kepolosian RI Dalam Menanggulangi Kejahatan Internet”.

> Lilly Amalia (Dir. Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten, Depkominfo) dengan judul “Strategi Penanggulangan SPAM Internet di Indonesia”.

> Alberto Rivai (CISCO) dengan judul “Tehnologi Pemantauan Jaringan Internet Untuk Pendeteksian Dini Terhadap Ancaman dan Gangguan”.

Roadmap Pembangunan ICT dan Peran Dari Setiap Stake Holder: Deklarasi ICT Bali.

Chair: Basuki Yusuf Iskandar (Dirjen Postel).

Moderator: Hammam Reza (BPPT).

Pembahasan Roadmap Peran Setiap Elemen Stake Holder Dalam Pembangunan ICT Nasional.

Sedangkan agenda acara CEO Forum (27 Pebruari 2007) akan diawali dengan pembukaan oleh Brata T. Hardjosubroto selaku moderator, dan kemudian dilanjutkan dengan presentasi laporan hasil Indonesia Stream oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar. Setelah laporan diikuti dengan acara dengar pendapat dengan para operator, diskusi bersama dan kemudian diakhiri dengan penyampaian rangkuman roadmap ICT nasional Indonesia yang akan disampaikan oleh Menkominfo Sofyan A. Djalil. Keseluruhan acara CEO Forum APRICOT ini berlangsung dari jam 09.00 s/d. Jam 100 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali.
Khusus tentang roadmap ICT nasional ini, direncanakan mencakup esensi infrastrktur, regulasi, industri dalam negeri serta literasi dan sumber daya manusia. Dalam konteks infrastruktur terdiri dari: proses modernisasi network (switch, transport, access), ketersediaan bandwith (internasional, domestik, last mile), penetrasi (distribusi pemerataan, ICT user and demand, USO, telecentre, community access point), keterjangkauan (tarif retail layanan, device), kualitas layanan (network performance, quality of service), dan security (upaya pengamanan jaringan, upaya pengamanan informasi). Regulasi mencakup umum (tatanan industri ICT, kompetisi, cyber law), teknis (interkoneksi dan tarif, penomoran, standarisasi, frekuensi, pengamanan jaringan), dan law enforcement (perangkat hukum, frekuensi, perizinan, pelayanan). Yang terkait dengan industri dalam negeri mencakup: manufacturing (hardware, software), riset dan pengembangan, serta infrastruktur industri (regulasi, insentif). Sedangkan mengenai literasi dan SDM meliputi: jumlah, kompetensi, sertifikasi, skill profile dan lembaga pendidikan.
Substansi roadmap ICT nasional tersebut secara bertahap dan terprogram akan terus dibahas bersama dengan berbagai pihak terkait sejak penyelenggaraan APRICOT 2007 sampai dengan Hari Bhakti Postel tanggal 27 September 2007. Pembahasan secara intensif ini dimaksudkan agar para stake-holder dapat secara komprehensif membahas kemajuan penyusunan roadmap, sehingga target pemetaan pembangunan ICT di Indonesia dapat diketahui sesegera mungkin secara lengkap, sistematis dan terstruktur.

 

source : http://www.postel.go.id/

TOP